5Tips Membelanjakan Gaji PNS – Tidak jarang pegawai salah dalam pengelolaan gaji bulanan mereka. Itulah sebabnya mengapa gaji bisa habis di pertengahan bulan. Beberapa dari mereka mungkin merasa bahwa gaji yang diterima dalam setiap bulan terlalu kecil dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan atau pengeluaran lainnya. Padahal sebenarnya gaji yang
BadanKepegawaian Negara (BKN) mengungkap terdapat 100 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mengundurkan diri. Seluruhnya tersebar dibanyak instansi atau kementerian.
2 Kumpulkan niat ikhlas dan katakan: “saya bisa mengeluarkan mu sobat”. 3. Tunjukkan kasih sayang seorang manusia kepada eeknya (tapi sebaiknya jangan kecup kening eek mu sendiri) Posisi Yang Benar. Posisi ini adalah posisi yang layak dijadikan suri tauladan dalam melakukan buang air besar.
OriginalPosted By reyvan3 . kalo CPNS itu dapet gaji cuma 80%. nanti kalau sudah PNS gajinya jadi 100%. nah, setelah jadi PNS sisa 20% ketika masih CPNS bisa dimintakan berupa rapelan. misal jadi CPNS selama 1 tahun. gaji PNS 2jt, krn CPNS cuma terima 80%, berarti cuma terima 1,6jt. sisanya yg 400rb akan di rapel.
Akubuka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-.Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos. Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.
Pastijumlahnya jauh lebih kecil dari gaji yang sekarang, kan? Tapi, kenapa saat itu kita bisa bahagia sekali? Betul, karena saat itu kita begitu bersyukur bisa mendapat gaji
B4g9FIC. Tiap bulan, pasti ada waktu tetap dapat gajian. Duh rasanya semua tekanan kerjaan jadi hilang kalau gaji dicairkan. Siapa sih yang nggak merasa demikian? kita semua pasti senang banget. Tapi selama ini, apakah kita pernah menyisihkan sebagian gaji kita untuk sedekah? atau gaji hanya dihabiskan untuk kepentingan pribadi saja?Rasanya bakal rugi banget kalau gaji cuma habis untuk diri sendiri. Padahal kita punya kesempatan untuk bersedekah kepada anak yatim, lansia, dhuafa, dan untuk orang di luar sana. Yang dimana, kebaikan di sisi ini justru banyak banget manfaatnya. Kok bisa?Allah menjanjikan surgaKalau kita sering sedekah kepada anak yatim, merawat mereka, menuangkan kasih sayang kepada mereka, maka Allah nggak tanggung-tanggung menyediakan surga untuk kita. Masa gajian kita cuma mau dihabiskan untuk sesuatu yang nggak pasti, padahal ada sesuatu yang sudah menjanjikan di depan kita.“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan memasukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” TirmidziSedekah menjauhkan kita dari kematian yang tidak baikNggak sampai disitu aja nih manfaatnya, itu kan untuk bekal akhirat ya, nah ada yang lebih bagus lagi manfaatnya yang bisa dirasakan langsung di dunia. Tapi kita niat sedekahnya jangan karena mau dapat pujian manusia, tapi harus benar diniatkan karena Allah, biar nggak sia-sia. Nah manfaatnya ini serius bikin hati kita tenang, kita semua pasti mau kan meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Ada caranya yaitu dengan sedekah.“Sedekah itu dapat memadamkan murka Allah dan mencegah dari keadaan mati yang jelek suúl khotimah.” TirmidziSedekah itu memang jadi pegangan yang kuat baik untuk di dunia maupun untuk di akhirat. Banyak lho orang disekitar kita yang lagi mempersiapkan bekal di dunia lewat sedekah. Contoh nyatanya dari Pak Eko 38 tahun adalah seorang Ayah yang kesehariannya bekerja sebagai juru parkir di dekat Rumah Sakit Islam Klaten. Penghasilan beliau bisa dibilang tidak menentu, sekitar 50-60 ribu per hari untuk menafkahkan istri dan anak yang berusia 5 tahun. Meski banyak yang harus dipenuhi untuk kebutuhan keluarga kecilnya, Pak Eko justru rutin sedekah Rp. sehari di Masjid dekat rumahnya untuk diberikan kepada fakir miskin dan Alhamdulillah sudah dilakukan selama 6 bulan sampai Eko saja sudah memilih berbuat baik lewat pendapatan dari juru parkir. Bagaimana dengan kita yang sudah memiliki gaji tetap, setiap bulan dapat notif gaji, tapi sayangnya nggak sedekah?Saatnya kamu memberikan yang terbaik untuk diri kamu sendiri, bukan saja hak fisik namun juga hak batin agar kehidupan di dunia dan akhirat lebih aman, bahagia, dan tenang bersama punya banyak program yang bisa kamu pilih agar sedekah kamu bermanfaat untuk mereka yang paling membutuhkan. Apalagi dalam waktu dekat, Ramadhan akan membersamai kita. Nah, ini adalah waktu yang tepat banget untuk sisihkan sebagian gaji kita agar banyak orang terbantu dengan uluran tangan kita. Di kita juga punya fasilitas sedekah yang sangat memudahkan kalian loh. Kalian tidak perlu keluar rumah untuk bisa bersedekah karena ABBI punya program SERBU Sedekah Seribu via Q-ris loh. Lewat program ini, kamu bisa meniru kebiasaan Pak Parno dalam sedekah rutin seribu rupiah dengan lebih mudah. Tunggu apalagi? gaji jadi lebih berkah bersama Mari wujudkan kebaikan ada pertanyaan, silahkan hubungi ABBI.
Merasa memiliki penghasilan atau gaji besar tapi selalu kurang. Kenapa bisa begitu? Jangan-jangan selama ini Anda salah dalam cara mengelola keuangan itu sendiri. Fakta di lapangan, ada orang yang memiliki gaji besar tapi selalu kurang. Namun ada pula yang bergaji lebih kecil namun mereka bisa mencukupi kebutuhan mereka. Ada pula orang yang bergaji besar, namun memiliki banyak hutang yang bahkan tidak mampu membayarnya. Namun sebaliknya, ada orang yang bergaji kecil justru bisa menabung. Nah, Dimana letak kesalahannya? Yuk simak pada pembahasan kali ini. Gaji Besar Tapi Selalu KurangTidak Bisa Mengatur Keuangan1. Kurangi Pengeluaran Konsumtif Dan Tidak Produktif2. Buatlah Perencanaan Keuangan Dengan Baik3. Rajin Menabung Dan InvestasiGaji Besar Tapi Tidak Berkah1. Hindari Memakan Uang Haram2. Rajinlah BersedekahKurang Bersyukur Menyebabkan Orang Selalu Merasa KurangKesimpulan gaji besar tapi selalu kurang Ada beberapa penyebab yang kadang Sobat tidak sadar kenap memiliki gaji besar tapi selalu kurang. Nah, beberapa penyebab serta cara mengatasinya akan admin bahas selengkapnya. Antara lain sebagai berikut Tidak Bisa Mengatur Keuangan Penyebab utama seseorang memiliki gaji besar tapi selalu kurang, tentu saja karena tidak bisa mengelola keuangan dengan baik. Tidak bisa memprioritaskan pengeluaran dan juga tidak pandai dalam menyimpan uang. Saat memegang uang tidak memiliki kendali yang bagus, alias terbiasa hidup boros. Ini yang menjadi penyebab orang memiliki penghasilan besar tapi selalu kekurangan uang. Jika sobat mengalami hal tersebut, maka harus bisa mengoreksi diri sendiri. Kesalahan apa yang sudah dilakukan dalam manajemen keuangan diri Anda. Nah, beberapa tips untuk mengatasi hal tersebut antara lain 1. Kurangi Pengeluaran Konsumtif Dan Tidak Produktif Pertama, cobalah untuk mengurangi pengeluaran konsumtif yang tidak produktif. Yakni dengan menyederhanakan pengeluaran sehari-hari yang Anda lakukan. Terlihat sepele, misalkan saja membeli makanan, kuota internet, listrik, belanja kebutuhan sehari-hari. Semua hal yang konsumtif ini kalau tidak manajemen dengan baik akan membuat pengeluaran membengkak. Kemudian kebiasaan seperti healing bareng teman yang kurang bermanfaat. Juga menjadi penyebab seseorang berperilaku boros. Cobalah untuk memfilter kegiatan penting dan tidak penting agar keuangan sobat lebih terkontrol. Orang yang terbiasa hidup boros memang susah untuk mengendalikan diri. Dan harus berlatih mengurangi hal tersebut agar tidak merugikan diri sendiri. Memang berat, tapi kalau Anda sudah terbiasa hemat maka semua akan terasa nyaman dan tidak terbebani sama sekali. 2. Buatlah Perencanaan Keuangan Dengan Baik Selanjutnya buatlah perencanaan keuangan dengan baik. Dengan begitu Anda akan lebih teratur setiap membelanjakan anggaran harian dan bulanan. Buatlah perencanaan keuangan seperti Berapa % untuk kebutuhan pokok Berapa % untuk dana darurat Berapa % untuk menabung Apabila sobat bisa memisahkan keuangan pada 3 poin penting diatas secara disiplin. Kedepannya kondisi keuangan Anda akan semakin baik. 3. Rajin Menabung Dan Investasi Belajarlah untuk menabung dan investasi, meskipun kecil nilainya. Karena menabung bukan perkara berapa besar nominalnya, tapi seberapa disiplin Anda dalam melakukannya. Cobalah ikuti program nabung rutin di salah satu Bank, Aplikasi investasi atau lembaga keuangan lainnya. Dengan begitu Anda akan lebih terbiasa menabung secara berkala. Menabung dan invetasi akan membantu menyelamatkan keuangan Anda di masa depan. Apalagi sobat perlu ingat, kalau gaji dan penghasilan kita tidak selamanya besar, bisa berkurang bahkan bisa sulit keuangan di masa depan. Gaji Besar Tapi Tidak Berkah Selain tidak bisa mengatur keuangan, gaji besar tapi selalu kurang bisa disebabkan uang yang tidak berkah. Bisa karena hasil dari korupsi, menipu atau mengambil hak yang bukan milik kita. Bagi sobat yang beragama, pastilah diajarkan untuk memakan uang halal di Agama Anda. Hindari memakan uang halal dan tidak berkah. Karena sebanyak apapun uang tersebut, akan terus kurang bahkan menimbulkan banyak masalah. Cobalah kedua tips berikut ini antara lain 1. Hindari Memakan Uang Haram Cobalah periksa kembali asal usul pendapatkan Anda selama ini. Apakah benar sudah menggunakan jalan yang benar atau tidak? Atau jangan-jangan gaji yang besar tersebut bercampur dengan uang yang tidak berkah bahkan haram. Misalkan saja bekerja di sebuah perusahaan, namun sering melakukan korupsi, mengubah nota, mengubah data dan sejenisnya. Bahkan yang sekilas aman dan terlihat legal, kalau kita lakukan dengan curang. Tentu menjadikan harta dan penghasilan kita tidak berkah. Dan sebanyak apapun uang seperti ini tidak akan pernah cukup. 2. Rajinlah Bersedekah Apabila Anda sudah merasa kalau uang tersebut halal, agar lebih berkah cobalah untuk bersedekah. Dalam agama Islam, sedekah bisa membantu membersihkan rejeki kita menjadi lebih berkah. Dalam penghasilan yang kita punya, nya ada hak orang lain. Yakni hak bagi orang-orang miskin, anak yatim dan orang-orang yang lebih membutuhkan. Saat menerima gaji, cobalah untuk pertama kali adalah menyisihkannya untuk berbagi. Entah itu mengisi kotak amal, berbagi makanan, atau berbagi yang lainnya. Apabila Anda sudah mengelola keuangan dengan baik, dan mendapatkan rejeki yang halal serta berkah. Kedepannya tidak ada lagi yang namanya gaji besar tapi selalu kurang. Kurang Bersyukur Menyebabkan Orang Selalu Merasa Kurang Ada satu lagi hal yang membuat seseorang selalu merasa kurang dalam hidupnya, yakni orang yang kurang atau bahkan tidak bersyukur. Tahukah sobat kalau kita bisa bersyukur, maka harta kita akan menjadi lebih nikmat dan berkah. Menjadikan hati kita lebih tenang dan tidak terus merasa lapar. Dan sesuai dengan Firman Allah, barang siapa yang bersyukur, maka Allah akan melipatgandakan nikmat dan rezeki orang tersebut. Dan sebaliknya jika seseorang berlaku khufur maka Allah akan mencabut nikmatnya. Jadi, sebelum kita melangkah lebih jauh mari kita syukuri seberapapun rejeki harta kita. Apalagi untuk sobat semuanya yang sudah memiliki gaji yang besar. Kita semua bisa belajar dari kisah seorang petani di desa. Dan kebetulan saya juga tinggalnya di desa, jadi paham betul. Ada seorang petani yang bekerja di sawah dengan penghasilan kecil. Tapi dia mampu mencukupi kebutuhan hidup, bahkan mampu menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi. Hal tersebut bukan cuma karena biaya hidup di desa yang murah. Tapi di karenakan petani tersebut sudah kerja keras yang berkah dan petani tersebut juga pandai bersyukur. Selain itu juga tidak melakukan pemborosan seperti orang yang selalu kekurangan uang padahal memiliki gaji yang besar. Kesimpulan Gaji besar tapi selalu kurang, hanya Anda sendiri yang tahu penyebabnya. Bisa dikarenakan tidak bisa mengelola keuangan atau uang tersebut tidak berkah. Nah dari sini Anda bisa mencoba memperbaikinya, agar di masa depan penghasilan Anda cukup, bahkan bisa memiliki tabungan dan memiliki kondisi keuangan yang sejahtera. Cukup sekian sobat sharing santai dari admin kali ini. Semoga bisa memberikan manfaat dan salam sukses dari blog Post Views 37
Bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji tinggi adalah impian banyak orang. Faktanya, tidak mudah mencapainya karena persaingan dunia kerja semakin ketat. Mulai dari tahap melamar kerja, psikotes, wawancara kerja HRD dan user sampai dengan lolos. Pastinya dalam hal ini, HRD punya lebih dari satu kandidat. Jadi bukan cuma kamu seorang. Pasti senang ketika baru lulus sekolah/kuliah atau sudah lama menganggur, kemudian diterima bekerja. Tetapi bagaimana kalau ternyata gajinya kecil? Diambil atau tidak ya? Galau mulai menyerang. Di satu sisi, daripada jadi pengangguran abadi, lebih baik terima saja. Itung-itung cari pengalaman. Namun di sisi lain, terselip ego, buat apa kerja jika tidak sepadan dengan gajinya. Apalagi buat kamu yang bergelar sarjana. Orangtua sudah mengeluarkan uang banyak untuk membiayai anak kuliah sampai lulus, tetapi bekerja dengan gaji kecil. Ada rasa gengsi dan malu. Kalau kamu masih galau, mau tolak atau terima, pertimbangkan beberapa hal berikut ini Baca Juga Ada Resesi, Sebaiknya Menambah Penghasilan atau Mengurangi Pengeluaran? Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya! Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik! 1. Cek perintilan gaji Cek perintilan gaji Umumnya perusahaan tidak hanya memberikan gaji pokok gapok. Bahkan kadang gaji pokoknya kecil, tetapi perintilan atau fasilitas lumayan besar. Contohnya ada uang lembur, uang transportasi, uang kesehatan, pulsa. Selain itu, kebijakan uang THR, bonus tahunan, dan lainnya. Jadi perintilan dalam gaji ini bisa kamu jadikan bahan pertimbangan dalam menerima pekerjaan. Jangan hanya melihat dari gapoknya saja. Misalnya saja, gapok Rp 3 juta, tetapi ada perintilan lain yang kalau ditotal bisa mencapai Rp 3 juta. Berarti kan kamu bisa mengantongi gaji Rp 6 juta sebulan. Gaji lumayan besar untuk ukuran fresh graduate. 2. Cek fasilitas gratis Makan siang gratis Selain perintilan gaji, ada perusahaan yang memberikan fasilitas-fasilitas gratis, seperti ada makan siang katering sehingga bisa hemat biaya makan, wifi, gym, laptop, antar jemput, dan fasilitas lainnya. Tanyakan langsung saat wawancara kerja HRD atau ketika negosiasi gaji. Fasilitas gratis ini menjadi salah satu pemacu semangat karyawan bekerja. Dengan demikian, biarpun gaji kecil, tetapi kamu dapat menikmati fasilitas kantor secara gratis. 3. Citra Perusahaan Citra perusahaan Gaji boleh kecil, tetapi kalau kamu bekerja di perusahaan yang punya rekam jejak oke, imej bagus, kenapa mesti ditolak. Jadikan itu sebagai pengalaman atau batu loncatan. Ketika melamar pekerjaan lagi nantinya, kamu akan lebih dipertimbangkan. Bahkan bisa jadi dibajak perusahaan yang lebih besar. Misalnya kamu diterima bekerja sebagai wartawan di media nasional top 3 di Tanah Air. Namanya jadi wartawan, meskipun di media besar, tetap saja gajinya kecil. Terima saja pekerjaan tersebut. Toh suatu saat kamu bisa mencari pekerjaan yang sama di media lain dengan jabatan lebih tinggi dan gaji lebih besar. Atau banting stir ke perusahaan lain dengan gaji besar. Baca Juga 6 Keahlian yang Membuat Anda Layak Jadi Pemimpin di Perusahaan 4. Kesempatan berkembang Kesempatan berkembang Hal lain yang bisa kamu pertimbangkan kalau galau terima atau tolak suatu pekerjaan, adalah apakah perusahaan memberikan kesempatan berkembang bagi semua karyawan. Baik dari segi soft skill, hard skill, promosi jabatan, pengalaman, pendidikan dan lainnya. Misalnya saja ada kesempatan untuk mendapatkan kursus atau pelatihan. Sehingga kemampuan, keahlian, dan kompetentimu dapat meningkat. Atau beasiswa pendidikan S2 gratis di kampus dalam dan luar negeri Jadi tak melulu semua harus diukur dari gaji saja. Belum tentu perusahaan yang menawarkan gaji besar, memberikan kesempatan berkembang bagi karyawannya. Ada juga yang pelit karena kamu sudah dibayar dari gaji. Kalau keahlian dan kompetensimu meningkat, nilai jualmu bertambah. Kamu punya posisi tawar yang lebih tinggi jika melamar pekerjaan di kantor lain. Anggap saja ini investasi diri sembari menambah pengalaman kerja. 5. Lingkungan kerja nyaman Lingkungan kerja nyaman Lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan bisa bikin karyawan betah, walaupun gaji kecil. Tidak ada senior dan junior, kekeluargaan, suasana kantor dibuat kekinian. Jadi pertimbangkan hal ini juga. Kamu dapat mencari tahu di internet, forum atau komunitas online. Biasanya ada saja yang memberi komentar, sehingga kamu punya gambaran tentang bekerja di perusahaan tersebut. 6. Tidak punya pilihan Tidak punya pilihan Kamu baru saja kena PHK? Atau jadi tulang punggung keluarga? Pastinya kalau berada dalam situasi seperti ini, kamu tidak punya pilihan lain. Diterima bekerja, ya ambil saja. Jangan sia-siakan kesempatan. Manfaatkan gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan menabung atau investasi. Ingat, sisihkan untuk dana darurat. Begitu keuangan stabil, kamu dapat pindah bekerja di perusahaan dengan gaji lebih besar. Kelola Gaji Kecil dengan Tepat Pekerjaan dengan gaji kecil? Why not. Kalau kamu mampu mengelola gaji kecil dengan tepat, maka hasilnya akan maksimal. Keuanganmu tidak akan mengalami krisis, dan hidup bakal tenang tanpa tumpukan utang. Semangat bekerja, tingkatkan produktivitas, maka atasan akan melihat kinerjamu baik. Kamu akan menjadi orang kepercayaan atasan, naik jabatan, dan otomatis naik gaji. Baca Juga Luangkan Waktu 1 Jam Setiap Hari untuk Hal Ini agar Sukses di Segala Bidang
Ingat berapa gajimu ketika pertama kali bekerja? Saat itu, kamu masih fresh graduate. Belum memiliki pengalaman kerja. Mungkin kebanyakan gaji fresh graduate mengikuti besaran upah minimum. Kalau sekarang, Upah Minimum Provinsi UMP DKI Jakarta sebesar Rp 4,2 jutaan. Nominalnya berbeda di setiap provinsi. Tapi ada juga fresh graduate yang menerima gaji di atas upah minimum, atau bahkan di bawahnya. Kamu aliran yang mana nih? Besaran gaji ini biasanya tergantung negosiasimu saat wawancara kerja. Tergantung pula standar perusahaan tersebut. Sebab standar gaji fresh graduate di perusahaan ritel pasti lebih rendah dibanding perusahaan tambang. Standar gaji di perusahaan bisa kamu cari tahu lewat berbagai cara, salah satunya melalui situs informasi gaji. Bisa juga bertanya pada teman, maupun dari threat komunitas atau forum di internet. Dengan begitu, kamu bisa menghitung dan menentukan besaran gaji yang diharapkan. Tidak terlalu ketinggian, tapi tidak rendah juga. Bagaimana kalau fresh graduate sudah kadung nyemplung bekerja dengan gaji kecil? Apakah harus tetap bertahan atau malah resign kerja? Baca Juga Buat CV Kamu Seperti Ini, Pasti Cepat Diterima Kerja Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya! Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik! Bertahan Kerja Fresh graduate punya pilihan untuk bertahan kerja meski gaji kecil Meski gaji kecil, kamu dapat memutuskan bertahan kerja pada satu perusahaan apabila Memiliki kesempatan untuk berkembang Walaupun fresh graduate, kamu punya kesempatan yang sama dengan karyawan senior lain untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian, serta pengembangan potensi. Tidak pilih kasih, semua diperlakukan sama. Contohnya dibekali pelatihan atau training, dipercaya untuk menangani klien penting, bebas mengaktualisasi diri pada projek-projek perusahaan, maupun program beasiswa S2 di perguruan tinggi dalam atau luar negeri dari perusahaan. Gaji kecil tidak masalah asal keterampilan dan keahlianmu meningkat, produktivitas naik, dan punya banyak pengalaman hebat sehingga dapat menambah portofolio pekerjaanmu. Paling penting, semua pengalaman itu akan menjadi cerita dalam perjalanan kariermu. Jenjang karier yang jelas Banyak orang bekerja untuk mencapai kesuksesan karier. Misalnya sudah bekerja 5 tahun atau lebih, berpeluang naik jabatan dari staf menjadi supervisor, manajer atau kepala bagian. Bagi karyawan berprestasi, bisa mendapat promosi jabatan atau kenaikan pangkat. Itulah contoh aturan jenjang karier yang dimaksud. Jenjang karier tersebut betul-betul diimplementasikan perusahaan. Dengan begitu, gaji kecil dapat dikompensasi dengan jenjang karier tersebut. Sehingga kamu punya kesempatan untuk naik jabatan dan peningkatan gaji di perusahaan yang sama. Ada penghargaan atau apresiasi Gaji boleh kecil, tapi kalau ada perintilan lain seperti bonus tahunan atau setiap kali perusahaan ulang tahun, pasti bikin betah karyawan. Ada perusahaan yang memberi standar gaji kecil, namun berani memberi bonus tinggi. Jumlahnya bisa 3 kali lipat dari gaji pokok. Biasanya diberikan kepada karyawan atas penilaian kinerja setiap tahun. Bentuk apresiasi lain, misalnya bonus jalan-jalan ke luar negeri jika berhasil menggolkan projek besar atau mencapai target perusahaan. Punya bos dan rekan kerja super baik Tidak munafik, orang bekerja untuk mencari uang. Tapi meski gaji kecil, kalau dikelilingi bos dan rekan kerja yang baik, rasanya enjoy saja. Di kantor sudah seperti keluarga. Saling membantu dan menghargai satu sama lain. Kebersamaan ini yang tak bisa diganti dengan rupiah. Menyukai bidang pekerjaannya Kalau suka dengan bidang pekerjaan yang digeluti, lebih baik bertahan. Itu akan membuatmu bersemangat mengerjakannya walaupun bayarannya kecil. Kendati demikian, jangan sampai terjebak pada zona nyaman. Buat dirimu tertantang mencoba hal-hal baru. Tidak harus pindah bagian atau bidang pekerjaan. Kamu dapat mencetuskan ide-ide segar untuk pengembangan di divisimu. Otomatis kamu juga akan terlibat dalam projek baru tersebut. Baca Juga Kata Kata Motivasi Hidup Terbaik untuk Buat Hidup Kamu Lebih Semangat Resign Kerja Fresh graduate dapat memilih resign jika mengalami situasi seperti ini Sudah gaji kecil, tapi tidak ada apresiasi, jenjang karier tidak jelas, lingkungan kerja toxic semua, mending resign kerja. Selain itu, lebih baik kamu pindah ke perusahaan lain, apabila Punya tim kerja bobrok Apa yang bisa diandalkan dari tim kerja yang tidak kompak? Nothing. Kamu kerja keras, tapi temanmu cuma mau enak saja. Beban kerjamu lebih banyak dibanding mereka. Padahal gaji sama. Jadi tidak seimbang. Sementara atasan, cuek bebek. Tidak peduli dengan apa yang terjadi pada anak buahnya. Yang penting pekerjaan selesai. Muak rasanya. Daripada makan hati’ terus, mending resign saja. Terbebas dari tim bobrok. Biarkan mereka yang menanggung beban pekerjaan setelah kamu hengkang. Dapat tawaran kerja dengan gaji lebih besar Jika di tengah perjalanan, kamu mendapatkan tawaran pekerjaan dengan gaji lebih besar, kenapa ditolak? Terima saja walaupun belum ada setahun kamu bekerja di satu perusahaan. Tentunya dengan berbagai pertimbangan yang matang. Biasanya kalau dibajak’ atau ditawari, kamu punya bargaining atau posisi tawar yang tinggi sehingga saat negosiasi gaji, bisa pasang angka cukup besar. Aturan perusahaan seenaknya Tak sedikit perusahaan yang membuat aturan seenaknya saja. Misalnya aturan potong gaji atau potong cuti buat karyawan yang tidak masuk kantor. Ini menjadi dilema berat bagi karyawan. Izin tidak hadir, konsekuensinya potong gaji atau potong cuti tahunan. Kalau potong gaji, wong gaji sudah kecil pakai dipotong segala. Jika potong cuti, ya otomatis cuti tahunanmu akan berkurang. Seharusnya aturan ini diterapkan buat mereka yang tidak masuk tanpa izin. Jangan disamaratakan. “Kerja rodi” Bekerja setiap hari dari jam ketemu jam. Tidak ada uang lemburan atau tambahan upah. Gaji cuma take home pay. Pokoknya kerja rodi’ banget. Rasanya seperti tidak punya kehidupan lain, selain bekerja. Jika sudah begini, apalagi yang harus dipertahankan? Lebih baik resign kerja, dibanding terus jadi robot hidup.’ Itu namanya sudah tidak manusiawi. Kejar Pengalaman Dulu, Gaji akan Mengikuti Buat fresh graduate, perjalanan kariermu masih panjang. Sebaiknya kalau baru pertama kali bekerja, bertahan saja dulu minimal setahun apapun situasi dan kondisinya di perusahaan. Tujuannya untuk menambah pengalaman kerja. Karena umumnya perusahaan mencari kandidat dengan kriteria minimal satu tahun bekerja pada bidang yang dilamar. Jika sudah punya pengalaman kerja, maka gaji tinggi akan mengikuti dengan sendirinya. Baca Juga Kena PHK Akibat Corona? Segini Besaran Uang Pesangon yang Jadi Hak Pekerja
gaji kecil tapi berkah